SisiNews|Sibolga: Hingga tiga pekan pasca bencana banjir bandang dan longsor yang mengepung wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga, akses jalan Rampa – Poriaha masih belum dapat dilalui kenderaan. Setidaknya 5 titik di jalan tersebut mengalami kerusakan.
Evakuasi material longsor seperti bebatuan, tanah dan pohon tumbang yang menimbun jalan alternatif itu terus dilakukan tim gabungan.
“Iya masih dilakukan (pengerjaan) jalan itu. Tarutung ke simpang Rampa memang sudah tembus, tapi dari Rampa ke Poriaha belum. Kilometer 15 masih dikerjakan,” ujar Camat Sitahuis Marihot Simbolon, Selasa (16/12/2025).
Enam unit escavator diturunkan untuk mengebut pengerjaan jalan Rampa – Poriaha, guna membuka akses transportasi dan juga kelancaran distribusi logistik serta bantuan kemanusian ke wilayah Kecamatan Sitahuis.

Namun persoalan kondisi cuaca seperti hujan, menjadi hambatan serius dalam mengebut pengerjaan jalan itu.






