SisiNews|Tapteng: Hingga hari ke 22 pascabencana banjir bandang dan longsor, 8 desa di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara masih terisolir.
Desa yang masih terisolir menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Tengah Desa Sibio-bio di Kecamatan Sibabangun, Desa Bonan Dolok, Kelurahan Nauli, Desa Naga Timbul, dan Desa Simaninggir di Kecamatan Sitahuis.
Kemudian Desa Sialogo di Kecamatan Lumut, dan Desa Saurmanggita serta Desa S Kalangan II di Kecamatan Tukka.
Desa-desa yang terisolir itu karena material longsor seperti tanah, pasir, batu dan kayu gelondongan masih menutup akses jalan menuju desa-desa itu. Selain itu sejumlah jalan menuju desa-desa itu amblas saat terjadi banjir bandang dan longsor pada 25 November 2025 lalu.
Namun, logistik atau bantuan pangan untuk seluruh desa yang terisolir itu telah dikirimkan oleh pemerintah.
“Kita terus mengupayakan pendistribusian logistik melalui jalur udara. Dan kita masih mengupayakan untuk percepatan pembukaan akses jalan,” ucap Kepala Dinas Kominfo Tapteng, Sonny, Kamis (18/12/2025).
Sementara sebelumnya, dua desa berhasil keluar dari status desa terisolir yakni, Kelurahan Sipange (Tukka) dan Desa Hudopa Nauli (Kolang), karena akses untuk kedua desa itu telah dapat dibuka.







