BMKG Cabut Peringatan Tsunami Gempa Magnitudo 7,7 NTT

Sisinews.com, Jakarta : Setelah mengeluarkan peringatan Tsunami setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, BMKG telah mengakhiri dan mencabut peringatan itu.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama dalam konferensi pers online mengatakan,

meski peringatan tsunami sudah dicabut, BMKG tetap memantau kondisi laut dan aktivitas gempa susulan di sekitar wilayah terdampak. “Pengakhiran telah diterbitkan,” ujr Nelly.

Sebelumnya, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, meminta masyarakat menjauhi kawasan pesisir untuk sementara waktu.

Dikatakan, sebelum peringatan dihentikan, perangkat pemantau BMKG mendeteksi perubahan permukaan laut di sejumlah lokasi. Tsunami telah terkonfirmasi melalui alat pemantau muka air laut dan tsunami gauge yang berada di beberapa wilayah.

“Jadi, memang secara kasat mata tidak terlalu terlihat ya, kecuali mungkin di Maurole dan Ende, tapi kita masih belum mendapatkan informasi secara visual,” ujar Arief.

Hasil pengukuran menunjukkan ketinggian tsunami berbeda-beda. Di Bakalang, Alor, tercatat 0,14 meter, Baubau 0,30 meter, Bulukumba 0,54 meter, Dompu 0,17 meter, Flores Timur 0,25 meter, Kolaka 0,23 meter, Labuan Bajo 0,36 meter, Maurole 0,94 meter, Kemah Pantai 0,38 meter, serta Sikka 0,19 meter.

Meski status peringatan sudah berakhir, Arief meminta masyarakat tidak langsung mendekati pantai, pesisir, maupun muara sungai.

“Memang tidak berbahaya karena ini kan di bawah setengah meter ya, tetapi tetap saja masyarakat harus menjauhi pesisir dan muara sungai atau tepian sungai,” ujarnya.