SisiNews|Jakarta : Perputaran uang selama periode Lebaran Idul Fitri 1447 H mencapai Rp 148.396.875.000.000. Angka itu naik sekitar 8% dari tahun sebelumnya.
Prediksi itu disampaikan Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang.
Menurutnya, prediksi itu didapat dari perhitungan jumlah pemudik 143,9 juta setara dengan 35.975.000 kepala keluarga (KK), dengan asumsi per keluarga membawa uang sebesar Rp 4.125.000.
“Hitungan itu di angka yang moderat atau paling rendah. Masih berpotensi mencapai Rp 161.887.500.000.000 dengan asumsi rata-rata per keluarga membawa uang sebesar Rp 4.500.000,” kata Sarman dalam keterangannya dikutip Minggu (15/3/2026).
Sarman juga menyebut uang itu akan banyak beredar di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Sisanya menyebar ke Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali dan berbagai destinasi wisata lainnya.
Perputaran uang selama libur Idul Fitri 1447 H dengan konsumsi rumah tangga yang melonjak rata-rata 10-15% dinilai menjadi momentum untuk mengerek pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang ditargetkan sebesar 5,4-5,5%. Sarman optimis target itu dapat tercapai.
“Dengan melihat geliat ekonomi kuartal I, di mana ada momentum liburan Nataru di awal Januari 2026, kemudian perayaan dan libur Imlek 2577 dengan potensi perputaran uang sebesar Rp 9 triliun dan Idul Fitri 1447 H, maka sangat optimis target pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 dapat mencapai target,” ucap Sarman.
Menurutnya, paling penting adalah pemerintah dapat menjaga psikologi masyarakat dengan memberikan jaminan dan memastikan ketersediaan BBM dan gas selalu terpenuhi selama dan sesudah Lebaran 2026. Dengan demikian masyarakat tidak ragu membelanjakan uangnya di daerah masing masing.






