SisiNews|Tapteng – Warga di Hutanabolon Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara diajak untuk tidak larut dalam kesedihan pascabencana banjir yang melanda wilayah itu pada akhir 2025 silam.
Ajakan itu disampaikan Imam masjid Al Huda Hutanabolon Abdul Samiun Sarumpaet dalam khotbahnya pada salat idulfitri 1447 H, di Hutanabolon, Sabtu, 21 Maret 2026.
Abdul Samiun Sarumpaet menekankan, ujian ini seharusnya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kedekatan kepada Allah SWT. Ia juga mengingatkan agar bencana tidak membuat masyarakat terpuruk melalui perbuatan dan kelakuan yang tidak terpuji di pandangan Allah.
Menurut Abdul Samiun Sarumpaet, bencana yang terjadi merupakan bukti kecil dari kebesaran Allah SWT. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya, namun seringkali kitalah yang meninggalkan Allah SWT,” ujarnya. sembari Ia juga menyamakan hal ini
Di hari kemenangan Idul Fitri ini, kata Abdul Samiun, banyak pelajaran yang harus dipetik dari aktivitas ibadah selama bulan Ramadan.
“Ramadan mengajarkan dua hal penting yang patut diteladani dalam kehidupan sehari-hari, yaitu menumbuhkan kesabaran yang kuat dan mendalami rasa syukur atas nikmat yang telah Allah berikan,” jelasnya.
Kendati jalanan masih berlumpur dan becek, semangat warga untuk mendatangi Masjid Al Huda Hutanabolon, satu-satunya masjid di desa itu, tidak surut. Ratusan umat muslim, dari kalangan tua hingga muda, datang dengan wajah riang untuk menjalankan ibadah.
Bencana banjir bandang yang melanda wilayah itu pada 25 November lalu telah menyebabkan ratusan warga Hutanabolon mengungsi, dengan total 912 jiwa dari 327 kepala keluarga yang terdampak.











