SisiNews|Tapteng : Tapanuli Tengah (Tapteng) kembali dilanda banjir. Hujan yang turun pada Minggu, 15 Februari 2026 sore, telah menyebabkan banjir di sejumlah titik di Kecamatan Badiri Tapteng, Sumatera Utara.
Seperti di desa Lubuk Ampolu, Badiri, warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman karena ketinggian air berangsur naik.
“Banyak kami (warga) yang mengungsi. Kami takut karena air semakin tinggi, deras lagi,” ujar ama Lani Lase.
Ama Lani mengatakan, sejak bencana 25 November 2025 lalu, warga ditempat itu selalu waswas jika hujan turun. Ia pun berharap pemerintah untuk segera mencarikan solusi guna mengatasi persoalan banjir.
“Tolonglah dibantu kami, kami takut setiap hujan turun,” harapnya.
Masih di Kecamatan Badiri, banjir juga menggenangi jalan lintas Sibolga- Padangsidimpuan, tepatnya di desa Lopian. Banjir dengan ketinggian hampir Sepinggang orang dewasa di lokasi ini, telah menyebabkan antrian kendaraan dari arah Pandan menuju Padangsidimpuan dan sebaliknya.
“Tak berani kita lewat, air deras,” ujar Syafril, supir minibus tujuan Padangsidimpuan.
Syafril berharap pemerintah segera membangun tanggul penahan air di sungai Lopian agar tidak lagi terjadi banjir disetiap hujan turun.
“Tidak itu saja, warga disekitar sini juga pasti aman dan tidak lagi kebanjiran setiap hujan turun,” ujar Syafril.







