SisiNews|Sibolga : Hari pertama puasa di ramadhan 1447 H, sejumlah warung dan pertokoan di Kota Sibolga tutup. Kondisi ini menjadikan aktivitas perdagangan di daerah ini sepi.
“Hal seperti ini biasa setiap tahun. Untuk menghormati saudara-saudara kita yang sedang melaksanakan puasa,” ujar Adi Kosasih, Kamis, 19 Februari 2026.
Adi Kosasih, pelaku usaha grosir kelontong di kawasan Ahmad Yani mengatakan, setiap awal ramadhan dirinya menutup usahanya dan meliburkan karyawannya.
“Biasanya kita tutup dua atau sampai tiga hari. Biar kawan-kawan (karyawan) berkumpul dengan keluarganya di awal ramadhan ini,” ucap Adi.
Sedangkan Mariyanto pelaku usaha perikanan di pasar ikan Sibolga menyebut, tidak melakukan kegiatan dalam sepekan ini.
“Kan nelayan belum turun melaut. Nanti kalau sudah tiga Ramadhan mereka (nelayan) akan melaut dan pulangnya tiga atau empat hari kemudian. Disitu kita akan kerja lagi,” kata Mariyanto.
Namun sepinya aktivitas perdagangan di Kota Sibolga tidak sampai melumpuhkan aktivitas perekonomian, sebab sejumlah sektor usaha lainnya seperti di sektor tranportasi dan kebutuhan pokok tetap berjalan.








