SisiNews|Jakarta : Ekspansi ritel modern disebut telah memicu penurunan omset pedagang kaki lima dan warung kelontong hingga memicu penutupan sejumlah pasar tradisional.
Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) menilai ekspansi ritel modern telah memberi tekanan besar terhadap keberlangsungan warung kelontong. Jaringan minimarket yang terus bertambah hingga ke desa-desa disebut berdampak pada penurunan omzet hingga kebangkrutan usaha kecil.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Ali Mahsun Atmo mengatakan masifnya gerai ritel modern telah mengancam eksistensi toko kelontong. Jika satu gerai ritel modern bertambah, maka dapat membunuh 20 hingga 50 toko kelontong.
“Keberadaan ritel modern ini membuat toko kelontong makin menyusut, juga omset turun terus, sampai bangkrut. Satu ritel modern itu membunuh 20 sampai 50 toko kelontong,” kata Ali Mahsun, seperti dikutip dari cnbc, Kamis (5/3/2026)
Merespon keluhan itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan, sejak lama pemerintah telah menyiapkan skema kemitraan antara ritel modern dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menjaga keseimbangan usaha di sektor ritel.
Menurutnya, skema tersebut telah diterapkan sejak sekitar 2015 dan dimaksudkan agar toko kelontong tetap dapat memperoleh pasokan barang serta dukungan usaha dari jaringan ritel modern.
“Kan dulu ketika Alfamart Indomaret ada tahun 2015-an, kita bikin namanya pola kemitraan. Pola kemitraan itu nanti kerja sama antara distributornya Alfamart Indomaret itu memasok toko kelontong. Kan sudah jalan dari tahun 2015. Nah itu pembinaan terus dilakukan,” kata Budi saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan, kerja sama tersebut kini tidak hanya berkutat pada distribusi barang. Ritel modern juga memberikan pembinaan kepada pelaku usaha kecil dalam berbagai aspek, termasuk pengelolaan usaha hingga penataan produk di toko.
“Sekarang tidak sekadar bagaimana memasok, tapi bahkan manajemennya terus tampilan produknya itu selalu dibantu oleh retail modern. Jadi sebenarnya pola kerjasama dengan UMKM itu berjalan terus,” ujarnya.






