SisiNews|Medan : Kepala Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto mengatakan, Stok beras yang tersedia di gudang Bulog saat ini mencapai 50.000 ton, dan stok tersebut masih akan diperkuat dengan tambahan pasokan beras dari Jakarta, guna memenuhi kebutuhan pangan dan menjaga stabilitas harga di Sumut.
“Stok itu mencukupi untuk memenuhi kebutuhan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Bantuan Pangan di daerah itu hingga Lebaran 2026,” ujar Budi dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).
Dikatakan, total penyaluran beras SPHP kepada sejumlah mitra pada awal Ramadhan mencapai 360 ton per hari. Harga penjualan tetap mengacu pada harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp13.100 per kilogram.
Penyaluran dilakukan melalui sejumlah mitra, antara lain Program Gerakan Pangan Murah (GPM), pengecer di pasar rakyat, gerai pangan binaan pemerintah daerah, serta badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang pangan.
“Sementara, untuk program Bantuan Pangan, total alokasi mencapai 35.136 ton beras bagi 1.756.846 penerima manfaat pada periode Februari–Maret 2026,” jelasnya.
Bulog Sumatera Utara kata Budi, juga meningkatkan pemantauan harga dan stok di pasar rakyat maupun pasar swalayan serta mengecek kualitas produk, ketersediaan stok di tingkat pedagang, serta kelancaran distribusi dari gudang ke titik penjualan.
Kemudian kata Budi, pihaknya juga melakukan inspeksi mendadak di pasar guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga beras.











